Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Authors

  • Ediyanto Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang
  • Eka Puput Puspitasari Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang
  • Shella Gumani Cahya Departemen Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang

Keywords:

Terapi, SGDs 4, Anak Berkebutuhan Khusus

Abstract

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dengan anak pada umumnya, membutuhkan perlakuan dan pelayanan spesifik yang dimodifikasi serta sesuai dengan kebutuhan dan potensi mereka. Anak-anak yang termasuk ke dalam anak berkebutuhan khusus antara lain: tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, kesulitan belajar, anak berbakat. Karakteristik dan hambatan yang dimiliki oleh ABK menimbulkan konsekuensi pentingnya memberikan bentuk pelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki, misalnya bagi penyandang tunanetra membutuhkan tulisan dalam huruf Braille untuk memudahkan dalam membaca, atau tunarungu yang berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat (bahasa tubuh).

Pemberian pendidikan khusus tersebut merujuk pada pasal 15 UU No. 20 tahun 2003 tentang sisdiknas, yang menyatakan bahwa jenis pendidikan bagi Anak Bekebutuhan Khusus adalah Pendidikan Khusus. Pendidikan Khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial dan atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Anak berkebutuhan khusus seyogianya mendapatkan perlakuan yang sama dalam memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu.

Namun pada kenyataanya, ABK sering kali mendapatkan perlakuan yang tidak adil dalam pendidikan, diskriminasi bahkan menjadi korban bullying. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat akan ABK, baik dalam hal karakteristik, hambatan serta perlakukan yang tepat untuk ABK. Sehingga dalam hal ini diperlukan kerjasama yang terintegrasi, baik pihak orang tua, sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam melakukan deteksi dini dan itervensi untuk Anak Berkebutuhan Khusus.

Dalam setiap penanganan anak berkebutuhan khusus seringkali ditemui pemberian pendidikan ataupun penanganan berupa terapi yang kurang tepat, ini semua dapat terjadi dikarenakan berbagai hal seperti kurangnya pemahaman pendidik ataupun orangtua terhadap hal tersebut selain itu fasilitas pendidikan yang kurang memadai di lingkungan sekitar juga menjadi penyebabnya.

Terapi anak berkebutuhan khusus bertujuan untuk membantu anak-anak mengatasi kesulitan dalam perkembangan fisik, emosional, sosial, atau kognitif mereka, sehingga mereka dapat mencapai potensi maksimal dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Terapi anak berkebutuhan khusus dapat mencakup berbagai pendekatan, seperti terapi fisik, terapi wicara, terapi okupasi, terapi perilaku, dan lain-lain, yang disesuaikan dengan kebutuhan unik masing-masing anak. Buku ini dapat dijadikan sebagai referensi orang tua, guru maupun terapis untuk memberikan penanganan pendidikan berupa terapi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan disesuaikan dengan kondisi anak.

References

Andreas, P. O., Syahrani, A., & Jupitasari, M. (2022). Volume 11 Nomor 12 Tahun 2022 Halaman 3365- 3372 LEKSIKON TATA BOGA ETNIS TIONGHOA TIOCIU DI KABUPATEN KUBU RAYA. 11, 3365–3372. https://doi.org/10.26418/jppk.v11i12.60631

Bimbingan, J., Islam, P., Islam, T., & Therapy, I. (2020). Manajemen terapi islam dan prosedur pelayanannya. 7, 77–86.

Mardliyah, D. A. (2017). Terapi Psikospiritual Dalam Kajian Sufistik. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 14(2), 234. https://doi.org/10.18592/khazanah.v15i2.1157

Syukur, M. A. (2012). SUFI HEALING: Terapi dalam Literatur Tasawuf. 20(November), 391– 412.

Krisnan. (2021). 12 Jenis Terapi Anak Berkebutuhan Khusus Supaya Berkembang Optimal. Meenta.Net. https://meenta.net/terapi-anak-berkebutuhan-khusus/

Iqbal Raffi, Ganis Indriati, S. U. (2018). EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI OKUPASI DALAMMENINGKATKANKEMANDIRIAN MAKAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DENGAN DOWN SYNDROME. 5(2355).

Kevin. (2022). Terapi Wicara di Rumah: Apakah Bisa? Taniakidscenter.Com. https://taniakidscenter.com/terapi-wicara-di-rumah/

Patdriani, S. (2018). PELAKSANAAN TERAPI KETERAMPILAN SOSIAL BAGI ANAK AUTIS DI LEMBAGA PENDIDIKAN KHUSUS DAN PENDIDIKAN LAYANAN KHUSUS MUTIARA BUNDA KOTA BENGKULU. iainbengkulu.ac.id. http://repository.iainbengkulu.ac.id/2870/1/SKRIPSI SISKA..pdf

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 548/MENKES/PER/V/2007 (p. 3). (2007).

Siti, M., & Sujarwanto. (2008). Terapi Okupasi untuk Anak Tunagrahita dan Tunadaksa (Budiyanto (Ed.)).

Sunanik. (2013). Pelaksanaan Terapi Wicara dan Terapi Sensori Integrasi pada Anak Terlambat Bicara. Jurnal Pendiddikan Islam, 7(1).

Suteja, Jaja, R. W. (2013). BENTUK DAN MODEL TERAPI TERHADAP ANAK-ANAK PENYANDANG AUTISME (KETERBELAKANGAN MENTAL). Scientiae Educatia, 2.

Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Downloads

Published

2023-10-23

How to Cite

Ediyanto, Puspitasari, E. P., & Cahya, S. G. (2023). Terapi Anak Berkebutuhan Khusus. Yayasan Pusat Pendidikan Angstrom, 1–60. Retrieved from https://educationcenter.id/ace-press/index.php/ojs/article/view/29

Issue

Section

Educational Book