Vol. 1 No. 1 (2021): Program Pendampingan Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Inklusi
Setiap guru memiliki gaya dan karakteristik tersendiri dalam pembelajaran di kelas, sehingga sekolah menakomodirnya dengan suatu ketentuan pembelajaran bagi para guru di sekolah itu. Belum semua sekolah dapat menerapkan pembelajaran dengan setting inklusi, karena diperlukan kapasitas dan keterampilan khusus untuk dapat memiliki kemampuan tersebut. Oleh karena itu dalam program capacity building ini akan diupayakan adanya pendampingan secara bagi guru atau kepala sekolah agar memiliki kemampuan pembelajaran kelas dalam seting inklusi.
Guru menjadi faktor penting dalam optimalisasi pendidikan inklusi di sekolah. Selain guru kelas juga dibutuhkan guru khusus yang memiliki keluasan wawasan dan keterampilan dalam penerapan pembelajaran inklusi di kelas. Selain itu, Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak adalah faktor pendorong dan penentu dalam pengembangan pendidikan inklusif di seluruh dunia. Mulai dari pengambilan keputusan mengenai penempatan sekolah, hingga kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.
Terdapat sikap orang tua dan guru terhadap implementasi pendidikan inklusi yang menunjukkan bahwa sebagian besar (73.3%), menyatakan ketidaksetujuan jika siswa ABK berada dalam satu kelas dengan siswa non ABK. Sikap negatif orangtua dan guru tersebut konsisten dengan penilaian yang menyatakan berbagai kekurangan jika siswa ABK belajar bersama siswa non ABK (sebanyak 63.33%), dan pendapat bahwa siswa ABK seharusnya bersekolah di sekolah khusus/ sekolah luar biasa (sebanyak 86.67%). Orang tua dan guru menunjukkan sikap yang negatif terhadap penerapan pendidikan inklusi. Hal ini ditunjukkan melalui pernyataan tidak setuju jika siswa ABK berada dalam satu kelas dengan siswa non ABK. Orang tua masih mengkhawatirkan masih banyak kekurangan pada pendidikan inklusi jika siswa ABK belajar bersama siswa non ABK. Mereka berpendapat bahwa siswa ABK seharusnya bersekolah di sekolah khusus/sekolah luar biasa. Keterampilan guru dalam memberikan layanan pendidikan inklusi perlu terus ditingkatkan. Peningkatan keterampilan itu melalui pendidikan dan pelatihan, atau studi lanjut ke program studi PLB. Diperlukan kolaborasi guru reguler dengan guru PLB dalam memberikan layanan pendidikan inklusi di sekolah.
Pokok bahasan materi pelatihan bagi guru di sekolah inklusi sebagai berikut: 1) Landasan dan Konsep Pendidikan Inklusi, 2) Manajemen Pendidikan Inklusi, 3) Identifikasi dan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus, 4) Pengembangan Kurikulum, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Program Individual, dan 5) Pengembangan Sarana, Prasarana, dan Media Pembelajaran.

